Enrolment di Kampus: Mudah, Cepat, Nggak Ribet!


Bicara soal sekolah, kayaknya nggak afdol kalau nggak bicara daftar ulang ya? Kalian semua pasti familiar dong dengan yang namanya daftar ulang, nah kalau di luar negeri itu bahasa kerennya Enrolment. Jadi dalam kegiatan ini, calon siswa diharuskan membawa dokumen-dokumen penting untuk diperiksa sehingga siswa resmi terdaftar. Dan jangan lupa untuk bayar SPP juga ya ;)

Di Queen Mary University sendiri ada dua enrolment yakni pre-enrolment yang dilakukan secara online di portal khusus mahasiswa usai dinyatakan ACCEPTED (dapat LoA Unconditional) lalu ada Enrolment manual. Usai pre-enrolment nggak bisa santai dong, calon mahasiswa harus datang ke kampus memenuhi undangan enrolment dan menyerahkan dokumen-dokumen untuk mendapatkan ID Card dan resmi dinyatakan sebagai mahasiswa baru. Yay!

Aku sendiri mendapatkan jadwal enrolment weekend, satu hari lebih cepat dari teman-teman yang lain. Enaknya enrolment di weekend, Senin bisa langsung memulai aktifitas gitu. Sementara dokumen yang dibutuhkan sih yakni ID (paspor), Biometric Residence Permit (KTP Inggris) kalau misal belum punya bisa bawa surat dari UKVI aja, sama bukti bayar SPP (karena aku adalah anak beasiswa maka aku bawa LoG).

Graduate Centre Queen Mary University London, Gedung tempatku kuliah?

Proses enrolment di Inggris bener-bener cepat. Orang sini kerjanya efektif dan efisien gitu. Mereka melayani calon mahasiswa dengan cepat dan kalau ditanya pun membantu banget. Bonus lagi kalau petugasnya ganteng, wah surga dunia deh. Jadi begitu datang, aku diminta untuk menunjukkan sertifikat pre-enrolment dari portal mahasiswa baru diperbolehkan masuk. Setelah itu dicek berkas yang dibutuhkan dan diberi semacam list.

List ini yang nanti diminta bersama paspor dkk saat enroll. Prosesnya memakan waktu sekitar 10 menit paling lama, itu pun sudah sekalian foto untuk Student ID juga. Dan student IDnya langsung jadi hari itu juga! Usai enroll, calon siswa bisa mendapatkan akses atas fasilitas kampus dan juga meminta surat pengantar untuk keperluan perbankan dll. Mungkin cara kerja seperti ini memang harus ditiru oleh orang-orang Indonesia. Dokumen yang dibutuhkan pun juga nggak sebanyak yang diminta universitas Indonesia lho teman-teman!

Begitu selesai enrolment, aku sempatkan jalan-jalan sebentar di kampus sambil mencari gedung Ekonomi. Tapi tampaknya usahaku nihil. It’s okay sih karena sempat mutar-mutar bentar di kampus dan nyari tahu kira-kira ada apa aja ya di sana. Nggak lama sih, setelah itu langsung pulang dan belanja kebutuhan rumah di Stratford Center. 


London, setelah menikmati hidangan indomie goreng yang rasanya bagai surga dunia.

Comments